Pengembangan Sumber Daya Manusia

Untuk meningkatkan mutu Pendidikan di UM, setiap dosen baru akan selalu dibekali dengan kegiatan-kegiatan pelatihan untuk menunjang hal tersebut. Kegiatan-kegiatan tersebut pada dasarnya telah difasilitasi UM melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya adalah Pekerti dan Applied Approach (AA).

PEKERTI merupakan pelatihan dasar dan pemahaman agar dosen muda punya wawasan yang baik tentang cara mengajar di perguruan tinggi atau bagaimana mengimplementasikan kurikulum yang telah ditetapkan untuk membentuk mahasiswa sesuai dengan profil lulusan mahasiswa yang diharapkan sesuai visi misi UM.

Pelatihan Pekerti meliputi penilaian akademik dan penilaian sikap perilaku. Penilaian akademik pada peserta pelatihan meliputi penilaian pemahaman peserta terhadap materi-materi yang diberikan selama pelatihan sesuai dengan masing-masing mata pelatihan, penilaian tugas yang diberikan oleh narasumber dan, postes. Penilaian pemahaman secara terintegrasi terhadap seluruh mata pelatihan.

AA bertujuan melatih dosen muda untuk mendesain pembelajaran, kemudian desain itu yang akan diterapkan. Lingkup desain pembelajarannya adalah pendekatan pembelajaran berbasis kehidupan. List kegiatan adalah pelatihan dan pembinaan dosen muda dalam memahami dan mengaplikasikan Paradigma Pembelajaran di Perguruan Tinggi, Kurikulum dan Pengembangan Desain Pembelajaran, Total Quality Management, Pengembangan Bahan Ajar dalam Blended Learning, Pengembangan Media Pembelajaran, Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran, dan Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Selain kegiatan untuk meningkatkan kemampuan dalam hal pengajaran, UM khususnya Prodi TE dan PTE dibawah Jurusan Teknik Elektro juga memfasilitasi kegiatan training untuk peningkatan kompetensi keahlian. Berbeda dengan peningkatan kemampuan pengajaran, kegiatan ini tidak difasilitasi secara langsung oleh UM. Kegiatan training untuk peningkatan kompetensi keahlian umumnya dilaksanakan oleh Lembaga di luar UM. Bagi staf yang ingin mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi keahlian bisa berkonsultasi terlebih dahulu kepada ketua Jurusan dalam hal ini Ketua Jurusan Teknik Elektro. Hal tersebut dilakukan karena berkaitan dengan pembiayaan. Pada dasarnya kegiatan training dilakukan untuk membekali staf agar memperoleh keahlian sesuai bidangnya dan melalui kegiatan tersebut dapat mendukung pengembangan institusi. Oleh karena itu, jika kegiatan training tersebut tidak sesuai dengan bidang keahlian staf ataupun tidak sesuai dengan arah pengembangan institusi maka kegiatan tersebut tidak bisa mendapat persetujuan oleh Ketua Jurusan atau dengan kata lain kegiatan tidak dapat dilaksanakan. Namun, sumber pembiayaan untuk kegiatan training tidak hanya dari Jurusan saja, melainkan bisa dari Lembaga lain di luar UM. Sebagai contoh adalah pendanaan kegiatan training dari Lembaga IsDB (Islamic Development Bank) dan juga dari Kemendikbud. Jika staf melakukan pengajuan pendanaan kepada kedua Lembaga tersebut dan diterima, maka kegiatan training juga dapat dilaksanakan dan hal ini tidak berkaitan dengan pembiayaan dari Jurusan. Baik pendanaan dari Jurusan maupun dari luar Lembaga dapat dilaksanakan oleh dosen ataupun tenaga kependidikan dan tujuan Lembaga tempat dilaksanakan training bisa di dalam negeri maupun di luar negeri.

Peningkatan kualitas publikasi juga merupakan kegiatan untuk mengembangkan staff di UM khususnya di Prodi TE dan PTE. Jumlah dan kualitas publikasi yang dihasilkan akan sangat mempengaruhi penilaian institusi dan hal tersebut perlu selalu ditingkatkan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Prodi S1 TE dan S1 PTE di bawah Jurusan Teknik Elektro pada dua tahun terakhir tepatnya di tahun 2019 dan 2020 mengadakan pelatihan penulisan artikel untuk dipublikasikan di Seminar Internasional ICEEIE (International Conference on Electrical, Electronics and Information Engineering) ke 6 dan ICOVET (International Conference on Vocational Education) ke 4. Kedua seminar tersebut merupakan kegiatan bergengsi karena artikel yang dapat diseminarkan pada kegiatan tersebut akan dipublikasi di laman IEEE dan terindeks Scopus. Kedua kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Teknik untuk ICOVET dan ICEEIE diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Elektro. Selain kegiatan-kegiatan pelatihan tersebut, staff khususnya dosen S1 TE dan S1 PTE dapat pula mengikuti pelatihan di luar institusi untuk meningkatkan kualitas publikasi.

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi karya ilmiah dosen dan tenaga kependidikan, universitas juga memberikan penghargaan/insentif bagi dosen/tenaga kependidikan yang telah menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasi (Remunerasi P3). Selain itu, UM juga memfasilitasi dan mendorong dosen maupun staf untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Fasilitas tersebut adalah pendanaan dari sumber dana PNBP yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). Setiap tahunnya dosen maupun tenaga kependidikan dapat mengajukan proposal ke LP2M untuk kegiatan penelitian dan pengabdian. Bagi staf yang telah terseleksi dan dinyatakan lulus untuk pendanaan maka pelaksanaan penelitian maupun pengabdian dapat dibiayai oleh LP2M. Besaran dana yang diterima untuk setiap kegiatan tersebut bervariasi sesuai dengan skema dan RAB yang telah disetujui.

Khusus untuk dosen, terdapat insentif berupa remunerasi yang diberikan ketika poin SKSR melebihi poin minimum kegiatan tridarma. Dengan kata lain jika pekerjaan yang diberikan ke dosen melebihi batas kewajiban, maka akan diberikan remunerasi. Adapun batasan tersebut adalah 12 SKSR. Untuk setiap poin lebih SKSR akan dihitung sebagai remunerasi. Namun untuk kegiatan penunjang atau kegiatan tambahan di luar pengajaran, pendidikan dan penelitian, poin SKSR kegiatan tersebut akan ditambahkan secara langsung tanpa pengurangan kewajiban SKSR.

Selain kegiatan pelatihan, peningkatan kualitas staf juga dapat berkaitan dengan penelitian. Penelitian merupakan salah satu kegiatan utama dan kewajiban dosen. Untuk meningkatkan kualitas penelitian yang dilakukan, UM mendorong para dosen untuk melakukan joint research dengan peneliti di luar negeri. Hal tersebut diwujudkan dengan mewajibkan kegiatan penelitian untuk mengajak partner penelitian dari luar negeri pada skema penelitian dengan sumber dana PNBP yang lebih dari Rp.100.000.000,00. Dengan adanya kewajiban tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas luaran penelitian dan meningkatkan kerja sama. Adapun beberapa kegiatan yang dilakukan dengan partner luar negeri tersebut diantaranya Focus Group Discussion (FGD), kuliah tamu, bahkan perjanjian kerja sama. Adapun beberapa Kerjasama join research seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6 diantaranya dengan negara United States, Netherland, Germany, Turkey, Japan, Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapore dan Instansi yang ada di Indonesia.

Sebaran Beberapa Negara Kerjasama Join Research

Sebaran Beberapa Negara Kerjasama Join Research

Peningkatan mutu staf juga erat kaitannya dengan latar belakang pendidikan. Khusus untuk dosen, Pendidikan Doktoral merupakan hal utama yang harus dipenuhi oleh dosen dengan kualifikasi Magister. Sejalan dengan hal tersebut, UM memotivasi semua dosen begitu pula dosen Prodi S1 TE dan S1 PTE untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Adapun upaya yang dilakukan oleh Lembaga adalah dengan melakukan monitoring setiap tahunnya terkait progress yang telah dilakukan untuk melanjutkan pendidikan tersebut. Khusus untuk dosen baru yang mulai bekerja pada tahun 2018 baik PNS maupun non-PNS diwajibkan untuk menempuh Pendidikan lanjut di luar negeri. Hal tersebut bertujuan untuk lebih meningkatkan wawasan dosen tersebut. Selain itu, dengan melaksanakan studi tersebut harapannya juga akan menjalin hubungan yang baik dengan Universitas-universitas terbaik di luar negeri. Dengan demikian, secara tidak langsung akan meningkatkan pengakuan UM sebagai Lembaga yang mampu bersaing secara internasional. Untuk mendukung hal tersebut, UM mendorong para dosennya untuk meningkatkan kemampuan bahasa asingnya sebagai bekal studi sekaligus syarat untuk memperoleh beasiswa. Secara berkala UM memfasilitasi dosen untuk melakukan tes TOEFL ITP. Selain itu, guna meningkatkan kemampuan bahasa asing, UM mengirimkan dosen-dosen untuk melaksanakan kegiatan kursus bahasa asing. Lebih dari itu, berkaitan dengan pembiayaan studi doktoral, UM memberikan beasiswa bagi dosen yang ingin studi lanjut. Tentu hal ini juga memiliki ketentuan tertentu bagi dosen yang ingin mendapatkan beasiswa tersebut.

Pembinaan dosen muda oleh dosen senior dilakukan dalam berbagai kegiatan di tingkat universitas maupun jurusan.Di tingkat Universitas,pembinaan dalam bentuk pelatihan prajabatan yang merupakan kegiatan khusus untuk dosen muda lebih memahami visi misi,profil,sistem  dan sejarah UM. Pelatihan lain seperti PEKERTI, AA, pelatihan Bahasa inggris dan pelatihan SIPEJAR. Sipejar adalah laman pembelajaran online Universitas Negeri Malang. Ada Pula pembimbingan dosen senior sebagai Pembina dosen muda pada prodi masing-masing. Pembinaan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas dosen muda, terutama dalam hal pembentukan karakter sebagai pendidik. Selain itu, program pencangkokan dosen muda juga dilakukan untuk pembinaan. Kegiatan tersebut adalah mengikutsertakan dosen muda dalam kegiatan pembelajaran matakuliah dosen senior untuk mendapatkan pembimbingan dalam hal pengajaran.